Chand Parwez Servia: Perkembangan Teknologi jadi Peluang dan Tantangan Industri Film Nasional

Chand Parwez Servia: Perkembangan Teknologi jadi Peluang dan Tantangan Industri Film Nasional
Program Studi Manajemen Produksi Media (Prodi MPM) menyelenggarakan Kuliah Umum bersama Ketua Badan Perfilman Indonesia sekaligus produser serta pemilik studio film Starvision, Chand Parwez Servia, pada Senin (26/04). Kuliah umum ini dibuka langsung oleh Ketua Prodi MPM Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Dr. Iwan Koswara, M.Si. dan dihadiri mahasiswa MPM dari berbagai angkatan. Dalam paparannya, Parwez mengulas beragam peluang dan tantangan industri kreatif berbasis multimedia, terutama bidang perfilman Indonesia di era 5.0. Menurutnya, tantangan di era 5.0 yang ditandai dengan melekatnya teknologi dalam kehidupan masyarakat harus menjadi perhatian pelaku industri kreatif nasional. “Kewajiban kita untuk beradaptasi dengan teknologi tersebut, begitu pula di industri film. Yang perlu ditinjau, apakah era 5.0 ini dapat membawa hal positif atau negatif,” jelasnya. Keberadaan teknologi, lanjutnya, menjadi salah satu penolong masyarakat bertahan di masa pandemi. Terkait dengan industri perfilman, keberadaan streaming media di saat penutupan bioskop merupakan penanda pentingnya peran adaptasi teknologi. “Terdapat kenaikan persentase penggunaan media streaming dan pelanggannya yang naik menjadi 17% di tahun 2020.” Parwez mengakui bioskop masih menjadi media utama untuk memasarkan film. Namun dengan makin banyaknya varian aplikasi layanan menonton film  yang bermunculan dapat menjadi substitusi untuk memenuhi kebutuhan pasar maupun tim produksi. Meskipun begitu, lanjutnya, untuk masyarakat Indonesia, bioskop tetap tidak bisa digantikan. Pengalaman yang didapat pada bioskop jauh berbeda dengan melalui medium lain. Perbedaan ini yang menjadi nilai minus dari teknologi. Pemakaian OTT cenderung membuat anggota keluarga menjadi  individual  dengan  dawainya  masing-masing,  sedangkan  bioskop  menawarkan pengalaman menonton bersama yang dapat memberikan para penontonnya perasaan yang sama. ***